Beranda Teknologi AMMDes Dijual April, Banderol Bisa Rp140 Juta

AMMDes Dijual April, Banderol Bisa Rp140 Juta

| 194 views
AMMDes Dijual April, Banderol Bisa Rp140 JutaPengunjung mengamati Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan ( AMMDes) pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang (2/8). (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)

CATATANJURNALIS.COM – Kendaraan bagian program Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) yang diproduksi Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) dijanjikan bakal mulai dijual pada April. Menurut pernyataan KMWI, produk yang diharapkan jadi ‘mobil pak tani’ itu dijual mulai Rp70 juta.

AMMDes merupakan kendaraan sejenis pikap dengan banyak pilihan aplikasi bak. Sejauh ini KMWI memiliki 10 varian aplikasi seperti pompa irigasi, genset listrik, perontok padi, pengupas padi, pemoles beras, pengupas kopi, perontok jagung, penjernih air, pembuat es serut, dan ambulans.

Presiden Direktur KMWI Reza Treistanto menjelaskan banderol Rp70 juta ditujukan untuk versi basis AMMDes, belum termasuk aplikasi fungsionalitas tambahan.

“Harga basic unitnya sekitar Rp70 juta, itu basic ya diluar aplikasi. Kalau ditambah biaya aplikasinya sendiri itu berbeda-beda tergantung apa aplikasinya,” kata Reza dalam jumpa pers di pabrik AMMDes di Citeurep, Jawa Barat, Selasa (26/3).

Reza menjelaskan pihaknya pernah mengirimkan prototipe AMMDes dengan aplikasi penjernih air guna membantu penanganan bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala di Sulawesi. Reza bilang harga aplikasi yang sanggup menjernihkan air sampai bisa diminum itu sekitar Rp70 juta, itu membuat total harga kendaraan menjadi setidaknya Rp140 juta.

Sejak tahun lalu AMMDes dikabarkan bakal meluncur pada awal 2019. Pihak KMWI menjelaskan salah satu alasan keputusan mulai menjualnya pada April yakni menunggu penghitungan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang lagi dikerjakan oleh Surveyor Indonesia.

“TKDN secara resmi, kami sekarang sedang proses dengan Surveyor Indonesia. Masih on progress. Diharapkan akhir bulan ini bisa keluar,” ujar Reza.

3 Ribu Unit

KMWI menargetkan AMMDes bisa terjual hingga 3 ribu unit pada tahun ini. Target itu disesuaikan dengan kapasitas pabrik di Citeurep yang maksimal menghasilkan 3.000 unit per tahun.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto yang juga hadir dalam jumpa pers di pabrik sempat menyinggung hal itu.

“Target produksi dijelaskan 3 ribu unit tahun pertama. Untuk tahun berikutnya kapasitas bisa dinaikkan sesuai dengan permintaan,” kata Airlangga.

Reza menambahkan pabrik Citeurep yang seluas 7 hektar mampu ditinggikan kapasitasnya sampai 15 ribu unit per tahun. Dia mengatakan hal itu bisa terjadi pada masa depan sesuai perkembangan AMMDes.

Pabrik Citeurup mengusung konsep lean manufacturing dan akan dikembangkan menjadi ‘Smart Factory’. Pada proses produksi pabrik punya sistem terintegrasi dengan ruang kontrol yang mampu menghubungkan data-data dari berbagai divisi untuk memonitor dan mengambil keputusan produksi.

“Nanti kami akan terus tingkatkan disesuaikan dengan permintaannya seperti apa, karena belum bisa tentukan. Baru akan masuk ke fase komersialisasi di April nanti,” kata Reza.

Reza juga menjelaskan AMMDes membidik potensi pembelian untuk penggunaan di perdesaan melalui jaringan kementerian-kementerian. Salah satu cara buat mendukung itu, ungkap Reza, pihaknya akan mendaftarkan AMMDes ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar bisa dikomersialisasi secara masal antar pemerintahan.

Kementerian seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, hingga Kementerian Kesehatan diharapkan bisa membeli AMMDes dan menyalurkannya ke desa-desa yang belum terlalu terjamah infrastruktur.

Meski begitu Reza juga mengingatkan tidak menutup kemungkinan apabila AMMDes dibeli pihak swasta atau langsung dari pemerintah desa.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here