Beranda Teknologi Peneliti: Netizen ‘Serang’ Janji Jokowi di 3 Bulan Terakhir

Peneliti: Netizen ‘Serang’ Janji Jokowi di 3 Bulan Terakhir

| 209 views
Peneliti: Netizen 'Serang' Janji Jokowi di 3 Bulan TerakhirPresiden Jokowi dan Iriana Jokowi. (Foto: Dok. Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

CATATANJURNALIS.COM – Peneliti Drone Emprit Ismail Fahmi mengungkapkan selama 3 bulan terakhir, warganet paling banyak menyerang isu terkait ‘janji’ Jokowi menjelang Pilpres 2019.

Survei yang dilakukan Drone Emprit ini diperoleh melalui data percakapan dari keywords di sosial media sejak Desember 2018 hingga Maret 2019 dan dianggap sejalan dengan hasil survei Charta Politika.

“Drone Emprit mengukur isu yang selama ini dalam 3 bulan terakhir menyerang Jokowi dan yang paling tinggi adalah soal ‘janji’,” kata Ismail saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (28/3).

Lebih lanjut kata Ismail, isu ‘Janji’ menduduki posisi pertama dari enam isu yang diukur Drone Emprit. Berdasarkan data, volume percakapaan isu ‘janji’ sebesar 394.563.

Lima isu lainnya seperti Jokowi-Anti Islam dan Ulama sebesar 28.265, Jokowi-PKI 95.920, Jokowi-China 72.408, Jokowi-Leadership 105.416, dan Jokowi-Klaim 112.079.

“Kalau saya lihat ada fokus yang salah dari TKN, fokusnya kan banyak soal hoaks bahwa anti Islam dan ternyata sudah tidak. Jadi kalau TKN masih banyak menyoroti soal anti islam dan PKI, ini akan salah fokus,” ujar Ismail.

Ismail menilai hal yang harus perhatikan oleh Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ialah dampak dari seruan oposisi terkait janji dan dugaan kebohongan Jokowi di sosial media.

“Selama tiga bulan ini oposisi banyak menyuarakan atau mungkin sebelumnya juga ya, banyak menyuarakan (kritik) janji-janji nya Jokowi. Ini bisa merubah orang menjadi pemilih kemudian menjadi undecided, untuk tidak memilih” jelas Ismail.

Sebelumnya, lembaga survei Charta Politika merilis temuan tiga alasan mengapa pemilih tidak memilih pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf. Tiga alasan itu yakni tidak bisa dipercaya, tidak menepati janji dan kurang tegas.

“Alasan pemilih tidak memilih Jokowi dan Ma’ruf Amin, jadi ini hanya ditanyakan kepada pemilih Prabowo dan undecided voters. Tiga besarnya menurut saya menarik, ternyata bukan isu agama,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, Senin (25/3).

Hasil survei Charta Politika menyebut responden yang menilai Jokowi-Ma’ruf tidak bisa dipercaya sebanyak 16,5 persen, tidak menepati janji sebanyak 14,0 persen, dan kurang tegas atau berwibawa sebanyak 8,3 persen.

Selain itu, sebanyak 7,9 persen pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai hasil kerja paslon tidak bagus, 6,9 persen berpihak kepada asing atau aseng, 5,7 persen tidak menyukai parpol pendukungnya. Lainnya, 5,5 persen karena usia wakilnya yang terlalu tua, 3,5 persen tidak suka programnya, hingga 3 persen tidak berpihak kepada Islam.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here