Beranda Headline Bawaslu ‘Pelototi’ Masa Tenang

Bawaslu ‘Pelototi’ Masa Tenang

| 186 views

CATATANJURNALIS.COM, LAMPUNG TENGAH. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Tengah (Lamteng) memperbolehkan seluruh kontestan peserta pemilihan umum (Pemilu) presiden dan pileg, di kabupaten setempat, untuk melakukan praktik politik uang (money politics), tetapi dengan catatan, itu dijalankan setelah pemilihan 17 April 2019.

“Boleh silahkan (money politics), tetapi setelah pemilihan (17 April 2019). Anggap-anggap sedekah. Kalau money politics sebelum pemilihan dengan tujuan untuk meraup suara sebanyak-banyaknya, tentu ini tidak diperbolehkan, dan akan kita proses,” tegas Ketua Bawaslu Lamteng Harmono, saat menggelar sosialisasi fasilitasi dan koordinasi pengawasan Pemilu di Moonbe Cafe Bandarjaya, Senin (15/04/2019).

Harmono mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk mensolidkan pengawasan terkait praktik money politics. Bawaslu, kata Harmono, tidak dibekali ilmu penyelidikan yang komprehensif untuk mengawasi hal tersebut. Oleh karenanya, diharapkan peran serta seluruh elemen untuk mencegah terjadinya praktik politik uang.

Bawaslu juga mengimbau kepada siapa saja untuk melaporkan apabila ditemukan adanya praktik politik uang.

“Bawaslu dalam hal ini mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawasi jalannya masa tenang ini. Mari kita sambut pesta demokrasi 17 April 2019 ini dengan riang gembira tanpa harus menggunakan praktik politik uang,” tambahnya.

Sementara, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Eko Dian Susanto mengatakan, tingakat praktik poltik uang di Lamteng cukup tinggi.

Untuk mengatasi hal itu, imbuh dia, tidak cukup hanya KPU dan Bawaslu yang bekerja, tetapi perlu peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mengawasinya.

“Disini perlu kesadaran para pemilih untuk memutus praktik politik uang. Jadilah pemilih yang cerdas,” imbaunya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Provinsi Lampung, Ade Azhari mengatakan, masa tenang pemilu menjadi masa tidak tenang bagi pihaknya. Karena masa tenang ini menjadi sebuah kebiasaan bagi para calon untuk membagikan sesuatu yang dilarang.

“Masa tenang ini, kita (Bawaslu) mencurahkan segala tenaga dan pikiran untuk mencegah terjadinya politik uang,” terangnya.

Untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut, Bawaslu mengaku melaksanakan patroli bersama aparat kepolisian.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila menemukan adanya peserta pemilu yang membagikan uang atau sembako agar segera melaporkan ke Bawaslu setempat,” imbaunya.

Secara kelembagaan, lanjut Ade, Bawaslu siap melaksanakan pengawasan di 3.953 TPS se-Lamteng.

“Kami memiliki satu orang per TPS yang siap mengawasi jalannya Pemilu,” urainya.

Hadir dalam sosialisasi itu, Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP. Firmansyah, perwakilan TNI, Mapillu Lamteng Firman Hakiki, Kalapas Gunung Sugih, Ketua PMII Lamteng Muflih, Ketua LPPA Eko Yuono, serta pemuda-pemudi NU dan Muhamadiyah. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here