Beranda Lain-Lain Polres Lampung Tengah Qurban Tujuh Ekor Sapi Dan Tiga Belas Ekor Kambing

Polres Lampung Tengah Qurban Tujuh Ekor Sapi Dan Tiga Belas Ekor Kambing

| 193 views

Lampung Tengah(CJ) – Moment berkurban merupakan hal yang sangat ditunggu oleh umat Muslim yaitu pada saat Idul Adha yang jatuh pada 1441 H/2020 M yaitu hari ini jum’at (31/7/2020) walau berkurban ditengah Pandemi Covid-19, Polres Lamteng tetap menerapkan protokol kesehatan, agar tidak mengundang masyarakat berkumpul.

Polres Lampung Tengah mengambil langkah Polres berbagi. “Anda dirumah saja biar kami yang mengantarkan serta Polres Lampung Tengah mengambil tema dengan berkurban kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19”.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., S.H., selaku Kapolres disela-sela memotong hewan kurban dihalaman Mapolres setempat Jum’at (31/7/2020).

AKBP Popon Ardianto menjelaskan ada Tujuh ekor sapi yang disembelih dan tiga belas ekor kambing pada hari raya Idul Adha Kurban ini.

“Dua ekor sapi kita berikan ke Ponpes. Begitu juga kambing kita bagikan juga ke ponpes, yang antaranya adalah ke pondok pesantren Rodhotul Hidayah Sulusuban Seputih Agung, pimpinan dari KH. Tukiman Rain dan pondok pesantren Tri Bakti Al-Falah Yukum Jaya pimpinan dari KH. Sahrul Munir alias Gus Munir sementara yang lainya kita sembelih di Polres dan kami bagikan kemasyarakat,” terangnya.

Kapolres menambahkan, dibagikannya secara langsung dan utuh sapi dan kambing tersebut, “Untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan menghindari dari pada kumpul-kumpul lebih baik kami yang menghantarkanya,” tegas AKBP Popon Ardianto.

Hal ini kami lakukan kata Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., S.H., adalah wujud nyata Polres Lampung Tengah meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

Terkait keamanan Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro, menghimbau masyarakat agar bisa peduli dengan lingkungan, dan selalu waspada dengan sekitarnya.

“Setidaknya masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Tidak underestimate dengan situasi yang berada disekitar kita yang akan terjadi, kita bersama-sama dapat mewaspadai hal yang mencurigakan dan tetap berkoordinasi oleh pihak kepolisian,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here