Beranda Lain-Lain Dugaan Pungli Dan Korupsi Proyek P3-TGAI, Penyidik Ditjen SDA Akan Periksa Semua...

Dugaan Pungli Dan Korupsi Proyek P3-TGAI, Penyidik Ditjen SDA Akan Periksa Semua Oknum Yang Terlibat

| 148 views

 

 

Bandar Lampung(CJ) –  Terkait proyek swakelola P3-TGAI di beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Lampung Tengah yang diduga ditarik setoran 10 persen oleh beberapa Oknum, Penyidik Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Mesuji Sekampung Provinsi Lampung akan periksa semua pihak yang terlibat.

Menurut Yusen Kaesaline, proyek swakelola tersebut yang seharusnya dikelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) itu semestinya dikerjakan dengan sebaik-baik mungkin. Sehingga, manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama. Jangan sebaliknya, hanya menjadi bahan untuk mencari keuntungan sepihak.

“Seharusnya itu (proyek P3-TGAI) dikerjakan sesuai dengan kualitas dan kuantitas sebagaimana yang telah ditetapkan, sehingga asas manfaatnya dirasakan oleh semua pihak. Tapi, jika nanti kami turun ke lapangan dan menemukan ada masalah dalam proses pembangunan, maka akan ditindak tegas dan akan kami periksa semua pihak-pihak yang terlibat,” ujar Yusen Kaesaline saat dikonfirmasi diruang kerjanya Jum’at (25/06/2021).

Menurut Yusen sapaan akrab Yusen kaesaline, proyek P3-TGAI tersebut seharusnya dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Bukannya dijadikan lahan Oknum-Oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi.

Yusen menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera memerikasa dan bila perlu turun langsung ke lapangan, dan pihaknya pula berterima kasih atas pemberitaan dari media, sehingga pihak BBWS Mesuji-Sekampung menjadi tahu permsalahan yang terjadi di lapangan, terutama petani.

“Akan Saya panggil semua, Saya periksa semua, bila perlu nanti Saya crosschek di lapangan. Saya juga terimakasih dengan adanya pemberitaan di Media-Media ini, karena sejauh ini para petani jika ditanya mereka selalu bungkam dan terkesan takut terhadap Oknum-oknum yang menarik setoran tersebut,” pungkas Yusen dengan nada serius.

Diberitakan sebelumnya, proyek P3-TGAI Rp 195 juta / titik yang tersebar dibeberapa kecamatan melaui P3A khususnya di Kabupaten Lampung Tengah terbukti tidak dikerjakan dengan sebenarnya dan diduga kuat jadi ajang korupsi oleh Oknum-Oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut terungkap, saat tim investigasi media ini meninjau langsung ke beberapa titik lokasi proyek P3-TGAI yang ada di Lampung Tengah.

Dalam tahap awal pembuatan beton precast atau beton pracetak diduga tidak sesuai dengan bestek. Pasalnya, formulasi pembuatan beton cetakan tersebut diduga tidak sesuai dengan juklak dan juknis yang ada. Mulai dari campuran semen, batu split dan pasir yang tidak sesuai.

“itu (beton pracetak) per satu sak semen jadi 22 beton pracetak, seharusnya 14, sudah pasti gak bener itu (proyek) Mas, saya sudah lihat langsung proses pencetakannya,” ujar narasumber kepada Wartawan Media ini (kamis, 03/06/2021).

Narasumber lain juga mengungkapkan, bahwa ada salah satu Oknum berinisial RH yang melakukan panarikan sejumlah uang dari ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dengan alasan untuk kelancaran bekerja. Menurut Narasumber, RH berperan dalam “mengkondisikan” proyek P3-TGAI dari Kementerian PU/PR melalui BBWS Mesuji-Sekampung agar P3A yang ada di wilayahnya mendapatkan proyek tersebut.

“Iya, iya itu (penarikan) yang pertama lima persen untuk administrasi pendamping, tahap kedua 20 persen diserahkan langsung dengan Pak Redy, untuk kelancaran bekerja, itu sama semua, termasuk Pak Alex (Ketua P3A kampung Cabang, kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah), yang pertama itu kan lima persen (10 juta), setelah itu 19 juta lima ratus (Rp19,5 juta),” ungkap Narasumber yang juga ketua P3A Kampung Surabaya Ilir, kecamatan Bandar Surabaya, kabupaten Lampung Tengah.

Ketika dikonfirmasi kekediaman Redy (RH) yang juga merupakan anak kandung dari kepala kampung Sidodadi kecamatan Bandar Surabaya, terkait penarikan fee proyek P3-TGAI sebesar 19,5 juta per titik, pihaknya terkesan menghindar dan tidak memberikan tanggapan. Sementara itu, Ketika dihubungi via telepon seluller (ponsel) yang bersangkutan tidak merespon.

Sementara itu, menurut Narasumber lain kepada Tim mengungkapkan, salah satu Oknum kepala kampung yang ada di kecamatan Seputih Banyak berinisial SR mengoordinasikan beberapa ketua P3A juga kepala Kampung lainnya yang ada di kecamatan Seputih Banyak dan Way Seputih, kabupaten Lampung Tengah yang mendapatkan proyek P3-TGAI tersebut diberikan kepada SR.

“Kalo untuk kecamatan Seputih Banyak dan Way Seputih itu yang menarik fee 10 persen itu, Buk Siti Rohmah Kepala Kampung Tanjung Harapan, itu semua setor ke Dia (Buk Siti), soalnya Buk Siti yang koordinir semua uang setoran 19 juta lima ratus (Rp19,5 juta) per Ketua P3A dan ada juga yang melalui kepala kampung,” beber Sumber di Lapangan.

Ketika dikonfirmasi, SR selaku kepala kampung sulit ditemui Wartawan, baik di Balai Kampung maupun di kediaman pribadinya tidak bisa ditemui, sementara saat Tim mencoba menghubungi Via Telepon Seluller (ponsel) yang bersangkutan tidak ada jawaban.
Bagaimana kelanjutan berita ini, dan bagaimana tanggapan pihak-pihak terkait? Tunggu edisi mendatang!!! (Dbs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here