​TAKALAR – Energi baru resmi memperkuat korps Adhyaksa di Kabupaten Takalar. Median Suwardi, sosok jaksa berpengalaman yang malang melintang di bidang Intelijen dan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) di wilayah Sumatera, resmi dilantik sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Takalar, Kamis (5/2/2026).

​Pelantikan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar, Syamsurezky. Dalam amanatnya, Kajari menekankan pentingnya peran intelijen sebagai “mata dan telinga” pimpinan serta garda terdepan dalam menjaga kondusivitas pembangunan daerah melalui deteksi dini yang presisi.

​Jejak Rekam Paripurna: Dari Pringsewu hingga Lampung Tengah
​Bagi dunia kejaksaan, nama Median Suwardi bukanlah figur sembarangan. Ia membawa segudang pengalaman teknis yuridis yang matang. Sebelum mendarat di Takalar, Median dikenal sebagai “ujung tombak” penegakan hukum di wilayah Lampung.

​Tercatat, ia pernah menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Pringsewu (2021-2022), di mana kemampuannya dalam penggalangan dan pengamanan intelijen teruji. Kariernya semakin moncer saat dipercaya memegang posisi strategis sebagai Kasi Pidsus Kejari Lampung Tengah (akhir 2022-2025) dan Kasi Pidsus Kejari Lampung Timur 2017-2019.

Kombinasi pengalaman di bidang Intelijen dan Pidsus ini menjadikan Median sosok jaksa yang memiliki analisis tajam namun tegas dalam penindakan.

​Sulawesi Selatan: Bukan Tanah Asing

​Kembalinya Median ke Sulawesi Selatan ibarat “sejauh-jauh bangau terbang, akhirnya kembali ke pelimbahan”. Tanah Sulawesi bukanlah wilayah asing baginya. Median tercatat pernah mengabdi sebagai Jaksa Fungsional di Kejaksaan Negeri Luwu Timur.

​Pengalaman bertugas di Luwu Timur membuatnya tidak hanya memahami hukum positif, tetapi juga menyelami karakter budaya dan sosiologis masyarakat Sulawesi Selatan yang menjunjung tinggi nilai Siri’ na Pacce (harga diri dan kepedulian sosial).

​Semangat Baru: Intelijen yang Humanis dan Berbudaya
​Dalam mengemban amanah barunya di Takalar, Median Suwardi berkomitmen untuk mensinergikan penegakan hukum dengan kearifan lokal Butta Panrannuangku (Tanah Harapanku – julukan Takalar).

​”Intelijen Kejaksaan di era modern tidak hanya bekerja dalam senyap untuk penindakan, tetapi harus hadir memberikan pencerahan hukum. Kami akan mengedepankan pendekatan humanis dan pencegahan, selaras dengan semangat masyarakat Takalar yang terbuka dan kekeluargaan,” ujar Median usai pelantikan.

​Kehadiran Median Suwardi diharapkan mampu mengakselerasi program-program strategis Kejari Takalar, khususnya dalam pengamanan pembangunan strategis daerah dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat, menjadikan hukum sebagai panglima yang mengayomi, bukan sekadar menakuti.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *