Beranda Nasional Penyelenggara Pemilu meninggal dunia di Garut menjadi delapan orang

Penyelenggara Pemilu meninggal dunia di Garut menjadi delapan orang

| 259 views
Penyelenggara Pemilu meninggal dunia di Garut menjadi delapan orangKetua KPU Garut Junaidin Basri (kanan) mengunjungi petugas KPPS yang dirawat di rumah sakit, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (27/04/2019). (ANTARA/HO/Dokumen KPU Garut.

CATATANJURNALIS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebutkan petugas penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang meninggal dunia di Garut menjadi delapan orang, enam orang petugas KPPS dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) kemudian dua petugas pengawas pemilu tingkat desa.

"Terakhir yang dilaporkan (meninggal) dua orang," kata Ketua KPU Garut Junaidin Basri di Garut, Sabtu (27/4).

Ia menyebutkan, dua petugas yang baru dilaporkan meninggal dunia yakni Yaya Yulianto (50) petugas TPS 27 Kampung Peundeuy, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, dan Sujana (71) petugas TPS 012 Desa Karangsari, Kecamatan Pangatikan.

"Sempat dirawat selama tiga hari sampai tanggal 21 April, kemudian pada tanggal 22 April 2019 yang bersangkutan meninggal dunia," katanya.

Sebelumnya petugas yang terdata meninggal dunia yakni Mahmudin (57) KPPS 5, Desa Mekarhurip, Kecamatan Sukawening, meninggal dunia 16 April 2019 dan Hilal Ramdani (31) anggota KPPS TPS 11 Kampung Pogor, Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang, meninggal dunia 26 April 2019.

Selanjutnya Aja (83) petugas Linmas Kampung Pasir Ekek, Desa Ciburial, Kecamatan Leles, dan Rosidin Rodiman (57) petugas Linmas Kampung Cikadu, Desa Campaka, Kecamatan Malangbong.

Selain itu, dua petugas pengawas dibawah perintah tugas Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yakni Asep Sumer petugas panwas Kecamatan Banjarwangi, dan Ohin Cahyana anggota panwas Desa Depok, Kecamatan Pakenjeng, Garut.

Junaidin menyampaikan, selain petugas yang meninggal dunia, dilaporkan juga puluhan petugas KPPS sakit bahkan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

"Rata-rata dua sampai empat orang per kecamatan (petugas yang sakit)," katanya.

Menurut dia, petugas yang sakit bahkan sampai meninggal dunia karena kelelahan kemudian sakit, ada juga yang sakit bawaan.

KPU Garut, kata dia, telah menyiagakan petugas medis bekerjasama dengan puskesmas kecamatan setempat untuk memberikan pelayanan kesehatan.

"Kita sudah kerja sama dengan puskesmas untuk melakukan pelayanan kesehatan," katanya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here